Beranda » BELAJAR ISLAM » 10 Kaidah Tazkiyah Nafs » Menutup Jalan yang Menyimpangkan Jiwa dari Kesucian Menuju Kehinaan

Menutup Jalan yang Menyimpangkan Jiwa dari Kesucian Menuju Kehinaan

Menutup Jalan yang Menyimpangkan Jiwa dari Kesucian Menuju Kehinaan

Seorang hamba sangat membutuhkan untuk menutup celah-celah yang mengotori jiwanya dan menjerumuskannya ke dalam kehinaan. Dalam sunnah, terdapat perumpamaan yang menjelaskan betapa berbahayanya seseorang terjerumus dalam hal-hal yang dapat merusak agamanya.

Dalam hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:

“ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا وَعَلَىٰ جَنْبَتَيِ ٱلصِّرَاطِ سُورَانِ فِيهِمَا أَبْوَابٌ مُفَتَّحَةٌ، وَعَلَىٰ ٱلْأَبْوَابِ سُتُورٌ مُرْخَاةٌ، وَعَلَىٰ بَابِ ٱلصِّرَاطِ دَاعٍ يَقُولُ: يَا أَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱدْخُلُوا ٱلصِّرَاطَ جَمِيعًا، وَلَا تَتَعَرَّجُوا، وَدَاعٍ يَدْعُو مِنْ فَوْقِ ٱلصِّرَاطِ، فَإِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يَفْتَحَ شَيْئًا مِنْ تِلْكَ ٱلْأَبْوَابِ قَالَ: وَيْحَكَ لَا تَفْتَحْهُ فَإِنَّكَ إِنْ تَفْتَحْهُ تَلِجْهُ، وَٱلصِّرَاطُ ٱلْإِسْلَامُ، وَٱلسُّورَانِ حُدُودُ ٱللَّهِ، وَٱلْأَبْوَابُ ٱلْمُفَتَّحَةُ مَحَارِمُ ٱللَّهِ، وَذَاكَ ٱلدَّاعِي عَلَىٰ رَأْسِ ٱلصِّرَاطِ كِتَابُ ٱللَّهِ، وَٱلدَّاعِي مِنْ فَوْقِ ٱلصِّرَاطِ وَاعِظُ ٱللَّهِ فِي قَلْبِ كُلِّ مُسْلِمٍ.”

“Allah membuat perumpamaan tentang jalan yang lurus. Di kedua sisi jalan itu terdapat pagar, dan pada pagar-pagar tersebut terdapat pintu-pintu yang terbuka. Pada setiap pintu tersebut terdapat tirai yang tergantung. Di ujung jalan, ada penyeru yang menyeru, ‘Wahai manusia, masuklah ke jalan ini semuanya dan janganlah kalian menyimpang!’ Dan ada juga yang menyeru dari atas jalan tersebut, ‘Jika seseorang hendak membuka salah satu pintu, ia akan diperingatkan, “Celaka engkau! Jangan membukanya, karena jika engkau membukanya, niscaya engkau akan masuk ke dalamnya.”’

Adapun jalan yang lurus itu adalah Islam, pagar-pagar di sampingnya adalah batasan-batasan Allah, pintu-pintu yang terbuka adalah hal-hal yang diharamkan oleh Allah, penyeru yang berada di ujung jalan adalah Kitabullah, dan penyeru yang berada di atas jalan itu adalah peringatan Allah yang tertanam di hati setiap Muslim.”1

Al-Ḥāfizh Ibnu Rajab al-Ḥambalī berkata:

“Barang siapa di dunia telah menyimpang dari jalan yang lurus, lalu ia membuka pintu-pintu yang diharamkan yang terdapat di balik tabir di sisi kanan dan kirinya -baik larangan itu berupa syahwat maupun syubhat- maka di akhirat ia akan disambar oleh kait-kait yang berada di kanan dan kiri di atas Shirāth (jembatan di atas neraka jahannam). Hal itu sebanding dengan pintu-pintu keharaman yang ia buka dan ia masuki di dunia ini.”2

Allah ﷻ berfirman:

﴾قُل لِّلۡمُؤۡمِنِينَ يَغُضُّواْ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِمۡ وَيَحۡفَظُواْ فُرُوجَهُمۡۚ ذَٰلِكَ أَزۡكَىٰ لَهُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا يَصۡنَعُونَ﴿

“Katakanlah kepada orang-orang beriman agar mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nūr: 30).

Abū Ḥayyān al-Andalusī berkata:

“Allah mendahulukan perintah untuk menundukkan pandangan sebelum menjaga kemaluan karena pandangan adalah utusan zina, pemicu perbuatan keji, serta ujian yang lebih berat dan lebih sering terjadi.”3

Syaikh as-Sa‘dī berkata:

“Barang siapa menjaga kemaluannya dan menundukkan pandangannya, maka ia akan bersih dari keburukan yang menodai para pelaku perbuatan keji. Amalannya pun akan menjadi suci karena meninggalkan perkara haram yang diinginkan oleh jiwa dan menggodanya. Maka, siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik.”4

Ibnul Qayyim rahimullāh berkata:

“Sebagian besar maksiat berasal dari ucapan yang berlebihan dan pandangan yang liar. Keduanya merupakan pintu masuk setan yang paling luas. Jika kedua hal itu dibiarkan, maka ia tidak akan pernah puas dan tidak akan berhenti.”5

Oleh karena itu, seorang hamba hendaknya bersikap cerdas dan bijaksana dengan memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar diberikan kesabaran dan keselamatan. Ia harus memutus semua jalan yang dapat menyebabkan dirinya binasa dan terjerumus dalam keburukan. Sebab, agama seseorang adalah modal utamanya, dan jika ia kehilangannya, maka ia akan merugi di dunia dan akhirat.

Hanya kepada Allah kita memohon keselamatan.

 

Sumber: Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin bin Hamad Al-Badr, ‘Asyru Qawā‘ida fī Tazkiyati an-Nafs, https://www.al-badr.net/ebook/183, Diakses pada 02 Ramadhan 1446 H/ 02 Maret 2025)

Dialihbahasakan oleh: Hafizh Abdul Rohman, Lc

Footnote:

1 HR. Ahmad dalam al-Musnad, no. 17634

2 Majmū‘ Rasā’il Ibnu Rajab, 1/206

3 Al-Baḥr al-Muḥīth, 8/33

4 Tafsīr al-Karīm ar-Raḥmān, hlm. 666

5 Badā’i‘ al-Fawā’id, 2/830

Ini adalah artikel berseri, untuk artikel selanjutnya jika sudah diposting bisa buka di link ini

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • surat alfatihah

    Kedudukan Surat Alfatihah

    • Sabtu, 2 November 2024

    Kedudukan Surat Alfatihah Pertanyaan: Apa sebab turunnya Surat Alfatihah? Bagaimana kedudukannya di antara surat-surat lain? Apa saja pelajaran yang bisa diambil darinya? Apakah ada keistimewaan khusus dibandingkan surat lain? Mengapa kita memulai shalat dengannya? Jawaban: Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Surat Alfatihah termasuk surat […]

    Selengkapnya »
  • istikharah

    ISTIKHARAH: PINTU MENUJU SAFAR

    • Selasa, 4 Februari 2025

    ISTIKHARAH: PINTU MENUJU SAFAR Wahai saudaraku yang hatinya masih diliputi keraguan, kadang ingin melangkah maju, namun ragu lalu mundur kembali. Saat keputusan tampak membingungkan, dan segala urusan terasa kacau, engkau mungkin berniat meninggalkan kampung halaman dan orang-orang tercinta—entah untuk mengejar harapan yang diidamkan, atau justru melarikan diri dari ketakutan yang membayang. Tidakkah kau beristikhārah kepada […]

    Selengkapnya »
  • rokok vape

    Rokok Elektronik (Vape) Bagaimanakah Hukumnya?

    • Kamis, 15 Mei 2025

    Rokok elektronik (Vape) Haram: Bahaya Tersembunyi yang Mengintai Kesehatan dan Iman Pendahuluan Rokok elektronik, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Vape, sering kali dipromosikan sebagai alternatif yang lebih aman daripada rokok konvensional. Namun, benarkah demikian? Faktanya, berbagai penelitian medis menunjukkan bahwa rokok elektronik justru mengandung banyak bahaya tersembunyi yang tidak kalah berisiko bagi kesehatan tubuh. […]

    Selengkapnya »
  • kejujuran jiwa

    Kejujuran Jiwa: Kunci Perbaikan Diri dalam Cahaya Al-Qur’an

    • Jumat, 23 Mei 2025

    Jiwa Itu Mengenal Dirinya Sendiri Pembukaan: Dalam perjalanan hidup, sering kali kita sibuk melihat ke luar -menilai keadaan, mengomentari orang lain, menimbang benar atau salah menurut pandangan kita. Tapi sedikit yang mau jujur untuk melihat ke dalam, menyelami isi hatinya sendiri Al-Qur’an membimbing kita dengan sebuah kaidah agung yang mengguncang hati setiap orang yang masih […]

    Selengkapnya »
  • definisi sunnah

    Definisi Sunnah Secara Bahasa dan Istilah

    • Selasa, 29 Oktober 2024

    Definisi Sunnah Secara Bahasa dan Istilah Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Sunnah Nabi adalah sumber ilmu yang sangat luas dan mencakup berbagai disiplin ilmu. Setiap ahli dalam bidangnya bisa mengambil pelajaran yang sesuai dengan keahlian mereka dari sunnah ini. Karena itu, para ulama berbeda dalam […]

    Selengkapnya »
  • keutamaan dzikir

    Keutamaan Dzikir dan Manfaatnya yang Sangat Luar Biasa

    • Selasa, 25 Februari 2025

    Keutamaan dan Manfaat Dzikir Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, dzikir kepada Allah adalah amal yang paling mulia dan utama. Semakin banyak seorang hamba mengingat Allah dalam setiap amal yang ia lakukan, semakin besar pula pahalanya di sisi Allah. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Aḥmad dan ath–Thabarānī dari Sahl bin Mu‘ādz bin Anas al-Juhanī dari […]

    Selengkapnya »