Beranda » BELAJAR ISLAM » 10 Kaidah Tazkiyah Nafs » Menghindari Rasa Ujub dan Tertipu oleh Diri Sendiri

Menghindari Rasa Ujub dan Tertipu oleh Diri Sendiri

Menghindari Rasa Ujub dan Tertipu oleh Diri Sendiri

Sebagaimana firman Allah Ta‘ālā:

﴾ فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰ ﴿

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang bertakwa” (QS. An-Najm: 32).

Allah ‘Azza wa Jalla melarang seseorang memuji dirinya sendiri dengan mengklaim kesucian dan kebaikannya, karena ketakwaan itu berada di dalam hati, dan hanya Allah ‘Azza wa Jalla yang mengetahui siapa yang benar-benar bertakwa. Selain itu, memuji diri sendiri dapat menumbuhkan rasa ujub dalam hati serta menjadi pemicu munculnya riya, yang pada akhirnya dapat menggugurkan amal perbuatan.

Seorang mukmin, betapapun ia bersungguh-sungguh dalam melakukan amal saleh dan menjauhi larangan-larangan, tetap tidak akan pernah luput dari kekurangan dan kezaliman terhadap dirinya sendiri. Jika Abu Bakar radhiyallāhu ‘anhu -orang yang paling terpercaya dalam umat ini dan manusia terbaik setelah para nabi- memohon kepada Nabi ﷺ agar diajarkan doa yang dapat ia panjatkan dalam salatnya, maka Nabi ﷺ mengajarkan kepadanya untuk berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”1

Jika Abu Bakar saja demikian, maka bagaimana dengan orang-orang selain beliau?

Ketika Ummul Mukminin Aisyah radhiyallāhu ‘anhā bertanya kepada Nabi ﷺ tentang firman Allah Ta‘ālā:

﴾ وَٱلَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ ﴿

“Dan orang-orang yang memberikan (sedekah) dengan hati yang takut” (QS. Al-Mu’minun: 60)

Ia bertanya, “Apakah mereka adalah orang-orang yang meminum khamar dan mencuri?” Maka Nabi ﷺ menjawab:

لَا يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ، وَلٰكِنَّهُمُ الَّذِينَ يَصُومُونَ وَيُصَلُّونَ وَيَتَصَدَّقُونَ، وَهُمْ يَخَافُونَ أَنْ لَا يُقْبَلَ مِنْهُمْ

“Tidak, wahai putri Ash-Shiddiq, tetapi mereka adalah orang-orang yang berpuasa, salat, dan bersedekah, sementara mereka takut jika amalan mereka tidak diterima.”2

Abdullah bin Abi Mulaikah rahimahullāh berkata:

أَدْرَكْتُ ثَلَاثِينَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّهُمْ يَخَافُ النِّفَاقَ عَلَىٰ نَفْسِهِ

“Aku telah menjumpai tiga puluh sahabat Nabi ﷺ, dan mereka semua khawatir akan kemunafikan dalam diri mereka.”3

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullāh berkata:

الْمُؤْمِنُ جَمَعَ إِحْسَانًا وَشَفَقَةً، وَالْمُنَافِقُ جَمَعَ إِسَاءَةً وَأَمْنًا

“Seorang mukmin menghimpun antara ihsan dan rasa takut, sedangkan seorang munafik menghimpun antara keburukan dan rasa aman.”

Kemudian ia membacakan firman Allah Ta‘ālā:

﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُّشْفِقُونَ ﴿

“Sesungguhnya orang-orang yang karena takut kepada Rabb mereka, mereka merasa khawatir.” (QS. Al-Mu’minun: 57)4

 

Sumber: Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin bin Hamad Al-Badr, ‘Asyru Qawā‘ida fī Tazkiyati an-Nafs, https://www.al-badr.net/ebook/183, Diakses pada 02 Ramadhan 1446 H/ 02 Maret 2025)

Dialihbahasakan oleh: Hafizh Abdul Rohman, Lc

Footnote:

1 HR. Al-Bukhari no. 834, Muslim no. 2705

2 HR. At-Tirmidzi dalam Al-Jāmi‘, no. 3175, dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jāmi‘, no. 162

3 HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya, disebutkan secara mu‘allaq sebelum hadis no. 48

4 Diriwayatkan oleh ath-Thabari dalam Tafsirnya (17/68)

Ini adalah artikel berseri, untuk artikel selanjutnya jika sudah diposting bisa buka di link ini

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • Вавада ставки для повышения шансов на выигрыш

    Вавада ставки для повышения шансов на выигрыш

    • Selasa, 12 September 2023

    Как использовать ставки Вавада для выигрыша Тщательный анализ доступных акций и условий поможет увеличить шансы на успех. Обратите внимание на бонусные предложения, которые часто включают бесплатные ставки или удвоение первого депозита. Такие акции могут служить отличным стартом, позволяя протестировать различные варианты и найти оптимальные игры для личной стратегии. Регулярное изучение правил и особенностей различных игр […]

    Selengkapnya »
  • Jalan yang Menyimpangkan

    Menutup Jalan yang Menyimpangkan Jiwa dari Kesucian Menuju Kehinaan

    • Jumat, 14 Maret 2025

    Menutup Jalan yang Menyimpangkan Jiwa dari Kesucian Menuju Kehinaan Seorang hamba sangat membutuhkan untuk menutup celah-celah yang mengotori jiwanya dan menjerumuskannya ke dalam kehinaan. Dalam sunnah, terdapat perumpamaan yang menjelaskan betapa berbahayanya seseorang terjerumus dalam hal-hal yang dapat merusak agamanya. Dalam hadis, Rasulullah ﷺ bersabda: “ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا وَعَلَىٰ جَنْبَتَيِ ٱلصِّرَاطِ سُورَانِ فِيهِمَا […]

    Selengkapnya »
  • meminta izin

    Meminta Izin Kepada Orang Tua Dan Berpamitan Kepada Keluarga

    • Rabu, 5 Februari 2025

    MEMINTA IZIN KEPADA ORANG TUA Wahai saudaraku Muslim, Allah Ta‘ālā telah menetapkan hak dan kewajiban terhadap kedua orang tua yang sangat besar dan tak bisa diabaikan. Hal ini jelas terlihat dari nasihat Rasulullah ﷺ kepada seorang lelaki yang datang memohon izin untuk ikut berjihad. Rasulullah ﷺ bertanya kepadanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Ia […]

    Selengkapnya »
  • muhasabah

    Muhasabah Jalan Menuju Kesadaran Hakiki

    • Minggu, 30 Maret 2025

    Muhasabah Jalan Menuju Kesadaran Hakiki Dalam perjalanan menuju Allah, manusia dihadapkan pada empat tahapan yang menjadi penentu arah hidupnya: kesadaran, perenungan mendalam, kejernihan hati, dan keteguhan tekad. Tanpa melewati keempat tahap ini, ia akan berjalan dalam gelap, mengikuti langkah demi langkah tanpa benar-benar tahu ke mana harus menuju. Sebagaimana seorang musafir tak mungkin memulai perjalanannya […]

    Selengkapnya »
  • kunci kesabaran

    Kunci Kesabaran: Melihat Gangguan Sesama sebagai Jalan Menuju Kemuliaan

    • Kamis, 25 September 2025

    Menyadari Takdir Allah dan Indahnya Memaafkan Pendahuluan Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti akan bersinggungan dengan orang lain. Dan dari pertemuan itulah lahir kenyataan yang tak bisa dihindari: ada ucapan yang menyenangkan hati, tetapi ada pula sikap yang melukai perasaan. Seakan-akan kehidupan memang dikehendaki Allah Subhanahu wa Ta‘ala penuh dengan ujian berupa gangguan […]

    Selengkapnya »
  • ibadah puasa

    Ibadah Puasa Ramadan Adalah Salah Satu Karunia Terbesar

    • Minggu, 9 Februari 2025

    Bulan Ramadan, Karunia yang Agung Allah telah melimpahkan banyak nikmat kepada hamba-hamba-Nya, nikmat yang tak terhitung jumlahnya, sebagaimana firman-Nya: وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrāhīm: 34) Nikmat […]

    Selengkapnya »