Beranda » BELAJAR ISLAM » Musik dan Nyanyian Bagaimanakah Hukumnya ?

Musik dan Nyanyian Bagaimanakah Hukumnya ?

Hukum Musik dan Nyanyian

MUKADIMAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَرَزَقَنِي مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

“Wahai kaumku, bagaimana pendapat kalian jika aku berada di atas bukti yang nyata dari Tuhanku dan Dia memberiku rezeki yang baik darinya? Aku tidak bermaksud menentang kalian dengan apa yang aku larang pada kalian. Aku hanya ingin melakukan perbaikan sekuat kemampuanku. Dan petunjukku hanya dari Allah; kepada-Nya aku bertawakkal dan kepada-Nya aku kembali.” (QS. Hud: 88)

Segala puji bagi Allah yang mencukupi segala kebutuhan. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi yang terpilih, keluarganya yang penuh kemuliaan, serta para sahabatnya. Amma ba’du.

Kehidupan yang Mulia dalam Naungan Islam

Kaum Muslimin yang hidup dalam naungan Islam akan merasakan hidup yang mulia dan penuh kehormatan. Dalam agama ini, mereka menikmati manisnya iman, ketenangan yang lahir dari keyakinan, kebahagiaan dalam ketaatan, serta kenikmatan dalam beribadah.

Ajaran-ajaran Islam menjadi benteng yang kokoh dari segala godaan penyimpangan dan dorongan hawa nafsu yang menyesatkan. Islam menjaga manusia dari segala keinginan yang tak terkendali, melindunginya dari keinginan yang merugikan, dan menghilangkan kegelisahan serta kesedihan. Sungguh, seseorang yang berpegang teguh pada agama Allah adalah orang yang kaya meskipun ia kekurangan secara materi, sementara orang yang menjauh dari agama ini adalah orang yang miskin, betapapun kayanya.

Musik dan Nyanyian: Kebahagiaan Semu atau Ancaman?

Sayangnya, ada sebagian Muslim yang justru mencari kebahagiaan di luar agama ini. Mereka mencari hiburan yang sebenarnya justru merusak. Seakan-akan mereka menempatkan racun di tempat obat, mencari ketenangan dan kesembuhan dalam hawa nafsu dan kesenangan duniawi. Salah satu contohnya adalah kebiasaan sebagian orang dewasa ini yang gemar mendengarkan musik dan nyanyian, menjadikan hiburan ini sebagai pelarian dan kesenangan utama.

Mereka berlindung di balik alasan-alasan yang rapuh dan argumen-argumen yang tidak berdasar, untuk membolehkan nyanyian, padahal tidak ada dasar yang benar dalam hal ini. Musik dan nyanyian ini diikuti dan dipopulerkan oleh mereka yang tergoda oleh hawa nafsu dan kecenderungan pada lagu-lagu.

Sebagian orang bahkan mempromosikan musik dengan alasan bahwa musik dapat melembutkan hati dan menumbuhkan perasaan kasih. Namun, klaim ini jauh dari kenyataan; musik justru lebih sering membangkitkan syahwat dan hawa nafsu yang tak terkendali. Jika benar musik bisa melembutkan hati, tentulah para musisi akan memiliki hati yang lembut dan akhlak yang baik. Namun kenyataannya, kita mendapati sebagian besar dari mereka justru menunjukkan penyimpangan perilaku dan akhlak yang buruk.

Bahaya dan Dampak Musik bagi Kehidupan Beragama

Wahai hamba-hamba Allah, bagi siapa saja yang masih ragu mengenai keharaman nyanyian dan alat musik, maka hendaknya hilangkan keraguan tersebut dengan keyakinan yang berasal dari firman Allah, Rabb semesta alam, dan dari sabda Rasul-Nya yang terpercaya , yang dengan jelas mengharamkannya dan menjelaskan berbagai dampak buruknya.

Dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang menunjukkan larangan terhadap nyanyian dan ancaman bagi siapa saja yang menghalalkan atau tetap melakukannya sangatlah banyak. Bagi seorang mukmin, satu dalil dari Al-Qur’an atau hadits sahih dari Rasulullah sudah cukup sebagai pegangan, apalagi jika dalil-dalilnya banyak dan saling menguatkan. Allah, Maha Suci dan Maha Tinggi, berfirman dalam Al-Qur’an yang mulia:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

“Dan tidaklah pantas bagi seorang mukmin laki-laki maupun perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, masih ada pilihan lain bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, ia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)

Mengingat betapa berbahayanya nyanyian dan musik, yang menjadi salah satu sebab kerusakan dan fitnah bagi manusia, terutama bagi generasi muda, saya menyusun kajian singkat ini. Kajian ini memuat pandangan Al-Qur’an, Sunnah Rasulullah , dan pendapat para ulama mengenai musik dan nyanyian.

Materi ini saya susun sebagai bentuk pengabdian untuk agama Allah, demi kemaslahatan kaum Muslimin. Semoga Allah, Maha Suci dan Maha Tinggi, memberikan manfaat melalui karya ini dan menjadikannya sebagai amal yang tulus ikhlas demi mencari keridhaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai pelindung kita, dan Dia sebaik-baik penolong.

Penerjemah dan Penyesuai Redaksi:

Hafizh Abdul Rohman, Lc.

Rujukan:

Ibnu Rajab as-Salafī, diakses dari http://saaid.org/Minute/m94.htm pada 02 Jumadal Awwal 1446 H/ 04 November 2024 M.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • rokok vape

    Rokok Elektronik (Vape) Bagaimanakah Hukumnya?

    • Kamis, 15 Mei 2025

    Rokok elektronik (Vape) Haram: Bahaya Tersembunyi yang Mengintai Kesehatan dan Iman Pendahuluan Rokok elektronik, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Vape, sering kali dipromosikan sebagai alternatif yang lebih aman daripada rokok konvensional. Namun, benarkah demikian? Faktanya, berbagai penelitian medis menunjukkan bahwa rokok elektronik justru mengandung banyak bahaya tersembunyi yang tidak kalah berisiko bagi kesehatan tubuh. […]

    Selengkapnya »
  • Beasiswa Gratis LPBA Sabilunnajah Ikhwan & Akhawat

    Beasiswa Gratis LPBA Sabilunnajah Ikhwan & Akhawat

    • Senin, 4 Mei 2026

    Beasiswa Gratis LPBA Sabilunnajah Ikhwan & Akhawat Tahun Ajaran 2026-2027 《Program I’dad Lughawi untuk Ikhwan & Akhawat》 Lembaga Pendidikan Bahasa Arab Sabilunnajah (LPBA-SN) adalah lembaga Ahlussunnah wal Jama‘ah bermanhaj salaf di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Di bawah pengasuhan ustadz Beni Sarbeni, Lc., M.Pd. Pendaftaran dibuka: 01 Mei – 27 Juni 2026 (Pendaftaran dapat ditutup lebih […]

    Selengkapnya »
  • membaca Alfatihah Untuk Arwah

    Hukum Membaca AlFatihah Untuk Arwah Orang Yang Meninggal

    • Sabtu, 2 November 2024

    Hukum Membaca Alfatihah Untuk Arwah Orang yang Telah Meninggal Pertanyaan: Apakah hukum membaca Alfatihah untuk arwah orang yang telah meninggal? Mohon penjelasan mengenai hal ini. Jawaban: Para ulama berbeda pendapat mengenai hadiah bacaan Al-Qur’an untuk orang yang telah meninggal. Mayoritas ulama membolehkan hal ini dengan mengqiyaskannya pada sedekah. Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa membaca Al-Qur’an […]

    Selengkapnya »
  • kelembutan

    Kelembutan dalam Menyikapi Kesalahan Sesama: Menapaki Jejak Akhlak Nabi

    • Selasa, 6 Mei 2025

    Melembutkan Hati kepada Sesama Mukmin: Jalan Nabi dalam Menghadapi Dosa dan Kesalahan Pendahuluan Dalam perjalanan iman, tidak semua manusia berjalan dengan langkah yang lurus dan mantap. Ada yang terjatuh dalam dosa, ada yang tersandung oleh kelemahan. Namun, justru di titik-titik inilah kematangan akhlak seorang mukmin diuji. Bukan pada saat menuntut kebenaran dengan suara lantang, tapi […]

    Selengkapnya »
  • Sarana Penyucian Jiwa

    Al-Qur’an adalah Sumber dan Sarana Penyucian Jiwa

    • Kamis, 13 Maret 2025

    Al-Qur’an adalah Sumber dan Sarana Penyucian Jiwa Allah Ta‘ālā berfirman, ﴾لَقَدۡ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ إِذۡ بَعَثَ فِيهِمۡ رَسُولٗا مِّنۡ أَنفُسِهِمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمۡ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ﴿ “Sungguh, Allah telah memberikan karunia kepada orang-orang beriman ketika Dia mengutus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan mereka, dan […]

    Selengkapnya »
  • menahan dendam

    Kunci Kesabaran: Menahan Dendam dan Meyakini Pertolongan Allah

    • Kamis, 25 September 2025

    Menahan Dendam dan Meyakini Pertolongan Allah Pendahuluan Kesabaran adalah jalan panjang yang tidak selesai dalam sekali langkah. Ia ibarat tangga yang harus dinaiki setahap demi setahap, dengan setiap pijakan menghadirkan pelajaran baru. Setelah pada bagian pertama kita menyingkap lima kunci sabar dalam menghadapi gangguan manusia, kini kita berlanjut pada bagian kedua. Di sini, kita akan […]

    Selengkapnya »