Beranda » BELAJAR ISLAM » Adab Islami Dalam Acara Pertemuan Dan Cara Menjaganya

Adab Islami Dalam Acara Pertemuan Dan Cara Menjaganya

MENJAGA ADAB-ADAB ISLAM DALAM PERTEMUAN

 

Islam merupakan pedoman hidup yang sempurna dan menyeluruh. Dalam ajarannya, bukan hanya terdapat aturan mengenai akidah dan ibadah, namun terdapat juga petunjuk tentang etika, moralitas, dan tata cara berinteraksi dengan sesama manusia dan alam semesta.

Manusia adalah makhluk sosial, Sehingga dapat kita saksikan dengan mudah, manusia membuat beragam kegiatan agar mereka bisa saling berjumpa dan berkumpul. Seperti acara halal bihalal, acara reuni, pesta pernikahan, dan lain sebagainya, namun banyak orang yang tidak mengetahui batasan-batasan yang harus dijaga dalam pertemuan tersebut.

Interaksi sosial yang tidak didasari oleh aturan yang benar dapat berpotensi menyebabkan konflik. Oleh sebab itulah Dalam Islam, pedoman yang mencakup etika, moralitas, dan tata cara berinteraksi dengan sesama manusia dianggap menjadi hal yang sangat penting.

Dalam kesempatan yang singkat kali ini, penulis ingin membawakan beberapa adab islami yang berkaitan dengan etika pertemuan sebagai berikut:

1. Mengucapkan salam saat berjumpa

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

…حَقُّ الْمُسْلِمِ علَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قيلَ: ما هُنَّ يا رَسولَ اللهِ؟ قالَ: إذا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عليه، وإذا دَعاكَ فأجِبْهُ

“Hak seorang muslim yang harus ditunaikan oleh muslim lainnya ada enam, para sahabat bertanya, apa saja enam hak tersebut wahai Rasulullah? Beliau menjawab: mengucapkan salam saat bertemu, menghadiri undangan… (HR. Muslim, no. 2162)

2. Saling berjabat tangan

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

“Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan kecuali Allah akan memberi ampunan kepada keduanya sebelum mereka berpisah.” (Shahih, HR. Abu Dawud, no. 5212)

3. Tidak berjabat tangan atau menyentuh wanita yang bukan mahram.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berjabat tangan dengan wanita yang tidak halal baginya, bahkan beliau pun melarang hal itu. Ketika para wanita Anshar ingin membaiat nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau mencukupkan dengan ucapan saja, padahal bai’at biasanya dilakukan sambil berjabat tangan, jika dilakukan oleh laki-laki.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنِّي لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ

“Aku tidak berjabat tangan dengan wanita (Shahih, HR. An-Nasai, no. 4181)

Para wanita hanya boleh bersentuhan dan berjabat tangan dengan mahramnya saja, maka setiap mulim wajib mengetahui siapa saja mahram mereka.

Imam Ibnu Qudamah rahimahullah Berkata: “Mahram adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya karena sebab nasab, persusuan dan pernikahan.1

Berikut ini adalah rincian mahram yang wajib diketahui oleh setiap muslim:2

A. Mahrom Karena Nasab (Keluarga)

1. Ayah:

Termasuk dalam kategori bapak yang merupakan mahrom bagi wanita adalah kakek, baik kakek dari bapak maupun dari ibu. Juga bapak-bapak mereka ke atas. Adapun bapak angkat, maka dia tidak termasuk mahrom

2. Anak-laki-laki:

Termasuk dalam kategori anak laki-laki bagi wanita adalah cucu, baik cucu dari anak laki-laki maupun anak perempuan dan keturunan mereka. Adapun anak angkat, maka dia tidak termasuk mahrom.

3. Saudara laki-laki, baik saudara laki-laki kandung maupun saudara sebapak ataupun seibu saja.

4. Paman, baik paman dari bapak ataupun paman dari ibu.

B. Mahrom Karena Persusuan:

1. Bapak persusuan (suami ibu susu). Termasuk mahrom juga kakek persusuan yaitu bapak dari bapak atau ibu persusuan, juga bapak-bapak mereka keatas.

2. Anak laki-laki dari ibu susu. Termasuk anak susu adalah cucu dari anak susu baik lakilaki maupun perempuan. Juga anak keturunan mereka.

3. Saudara laki-laki sepersusuan. Baik dia saudara susu kandung, sebapak maupun cuma seibu.

4. Keponakan persusuan (anak saudara persusuan). Baik anak saudara persusuan laki-laki maupun perempuan, juga keturunan mereka.

5. Paman persusuan (saudara laki-laki bapak atau ibu susu).

C. Mahrom Karena Pernikahan (Mushoharoh).

1. Suami.

2. Ayah Mertua (Ayah Suami).

Mencakup ayah suami atau bapak dari ayah dan ibu suami juga bapak-bapak mereka keatas.

3. Anak Tiri (Anak suami dari istri lain)

Termasuk anak tiri adalah cucu tiri baik cucu dari anak tiri laki-laki maupun perempuan, begitu juga keturunan mereka.

4. Menantu Laki-Laki (Suami putri kandung).

 

4. Tidak saling memandang antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram.

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

قُل لِّلۡمُؤۡمِنِينَ يَغُضُّواْ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِمۡ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya,” (QS. Ali Imran: 102)

وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (QS. Ali Imran: 103)

5. Tidak berdua-duaan dan bercampur baur antara laki-laki dan Perempuan yang bukan mahram.

Bahkan Rasulullah H melarang para wanita ikhthilath (bercampur-baur) dengan laki-laki di jalan, dengan berdeasak-desakan atau berjalan bersama-sama,

 

اسْتَأْخِرْنَ فَإِنَّهُ لَيْسَ لَكُنَّ أَنْ تَحْقُقْنَ الطَّرِيقَ عَلَيْكُنَّ بِحَافَّاتِ الطَّرِيقِ فَكَانَتِ الْمَرْأَةُ تَلْتَصِقُ بِالْجِدَارِ حَتَّى إِنَّ ثَوْبَهَا لَيَتَعَلَّقُ بِالْجِدَارِ مِنْ لُصُوقِهَا بِهِ

“Minggirlah wahai para wanita, karena sesungguhnya kalian tidak boleh berjalan di tengah, namun hendaklah kalian berjalan di pinggir.” Maka para wanita merapat di tembok/dinding sampai bajunya terkait di tembok/dinding karena rapatnya.” (Hasan, HR. Abu Dawud, no. 5272).

Demikian yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat.

Ustadz Hafizh Abdul Rohman, Lc

Footnote :

1 Al-Mughni 6/555

2 Diringkas dari: https://almanhaj.or.id/83-mahrom-bagi-wanita.html

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • kewajiban mengikuti nabi

    Kewajiban Mengikuti Nabi Muhammad sebagai Nabi Terakhir

    • Kamis, 31 Oktober 2024

    Kewajiban Mengikuti Nabi Muhammad sebagai Nabi Terakhir Pendahuluan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah nabi terakhir dan penutup bagi seluruh nabi dan rasul. Tidak ada lagi nabi setelah beliau,maka hal ini menunjukkan kewajiban mengikuti Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus beliau untuk seluruh umat manusia. Allah memerintahkan seluruh […]

    Selengkapnya »
  • shalat istikharah

    Shalat Istikharah Hukum Dan Tatacara Pelaksanaanya

    • Jumat, 14 Februari 2025

    Shalat Istikharah Definisi Istikharah Secara bahasa, istikharah berarti memohon pilihan terbaik dalam suatu perkara. Kata ini berasal dari bentuk istif‘āl (استفعال), yang menunjukkan makna permintaan. Dalam bahasa Arab, dikatakan: Istaḵirillāha yaḵir laka (استخِرِ اللهَ يَخِرْ لك), yang berarti “Mintalah pilihan kepada Allah, maka Dia akan memilih yang terbaik untukmu.” Secara istilah syariat, istikharah adalah memohon […]

    Selengkapnya »
  • arrahman dan arrahim

    Makna Nama Allah: Ar-Raḥman dan Ar-Raḥim

    • Minggu, 25 Mei 2025

    Makna Nama Allah: Ar-Raḥmān dan Ar-Raḥīm Ar-Raḥmān (ٱلرَّحْمَٰنُ) dan Ar-Raḥīm (ٱلرَّحِيمُ) adalah dua nama Allah yang agung dan sangat sering disebut dalam Al-Qur’an. Keduanya berasal dari kata rahmah (رَحْمَة) yang berarti kasih sayang, tetapi masing-masing memiliki cakupan dan bentuk yang berbeda. Nama Ar-Raḥmān dalam Al-Qur’an Nama Ar-Raḥmān disebut dalam banyak ayat Al-Qur’an, di antaranya: ٱلرَّحْمَٰنُ […]

    Selengkapnya »
  • Jalan yang Menyimpangkan

    Menutup Jalan yang Menyimpangkan Jiwa dari Kesucian Menuju Kehinaan

    • Jumat, 14 Maret 2025

    Menutup Jalan yang Menyimpangkan Jiwa dari Kesucian Menuju Kehinaan Seorang hamba sangat membutuhkan untuk menutup celah-celah yang mengotori jiwanya dan menjerumuskannya ke dalam kehinaan. Dalam sunnah, terdapat perumpamaan yang menjelaskan betapa berbahayanya seseorang terjerumus dalam hal-hal yang dapat merusak agamanya. Dalam hadis, Rasulullah ﷺ bersabda: “ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا وَعَلَىٰ جَنْبَتَيِ ٱلصِّرَاطِ سُورَانِ فِيهِمَا […]

    Selengkapnya »
  • kebahagiaan sejati

    Kebahagiaan Sejati Berawal dari Ketenangan Batin

    • Jumat, 16 Mei 2025

    Ketenangan Batin: Kunci Kehidupan yang Bermakna Pendahuluan: Ketenangan batin adalah salah satu kunci utama untuk menjalani kehidupan yang penuh makna dan kebahagiaan. Hati yang tenang akan memancarkan keteguhan dalam setiap langkah, memberikan kekuatan untuk menghadapi berbagai ujian, serta membebaskan jiwa dari beban yang tidak perlu. Orang yang memahami pentingnya ketenangan hati akan lebih mampu menikmati […]

    Selengkapnya »
  • Обзор игр и уникальных функций казино Pinco Zerkalo

    Обзор игр и уникальных функций казино Pinco Zerkalo

    • Rabu, 4 Oktober 2023

    Обзор казино Pinco Zerkalo и его уникальные игры Если вы стремитесь испытать что-то новое в мире азартных развлечений в 2026 году, обратите внимание на Пинко сайт. Эта платформа выделяется интересным выбором игрового контента и привлекательными предложениями для игроков. Среди представленных развлечений можно найти широкий спектр слотов, охватывающих различные тематики и механики, что делает каждый игровой […]

    Selengkapnya »