Beranda » Artikel » Rokok Elektronik (Vape) Bagaimanakah Hukumnya?

Rokok Elektronik (Vape) Bagaimanakah Hukumnya?

Rokok elektronik (Vape) Haram: Bahaya Tersembunyi yang Mengintai Kesehatan dan Iman

Pendahuluan

Rokok elektronik, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Vape, sering kali dipromosikan sebagai alternatif yang lebih aman daripada rokok konvensional. Namun, benarkah demikian? Faktanya, berbagai penelitian medis menunjukkan bahwa rokok elektronik justru mengandung banyak bahaya tersembunyi yang tidak kalah berisiko bagi kesehatan tubuh. Selain itu, penggunaannya juga memiliki dampak serius terhadap keimanan seorang muslim, karena mengandung zat beracun seperti nikotin yang dapat menyebabkan kecanduan dan merusak tubuh, yang pada dasarnya adalah amanah dari Allah.

Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga tubuh dan kesehatan sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. Setiap hal yang membahayakan jiwa dan raga, baik secara langsung maupun tidak langsung, diharamkan dalam syariat Islam. Oleh karena itu, memahami bahaya rokok elektronik bukan hanya sekadar masalah kesehatan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keimanan dan ketaatan kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.

Artikel ini akan menguraikan bahaya rokok elektronik dari perspektif medis dan syariat, serta memberikan peringatan tegas tentang betapa pentingnya menjauhi segala bentuk produk yang merusak kesehatan dan jiwa, sebagaimana yang telah diperingatkan oleh Nabi Muhammad shallallāhu ‘alaihi wa sallam.

Bahaya Rokok Elektronik bagi Kesehatan dan Peringatan dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi dan WHO

Rokok elektronik (Vape) sangat mirip dengan rokok biasa, tetapi menggunakan perangkat elektronik kecil, baterai isi ulang, dan cairan nikotin pekat. Selain itu, rokok ini mengandung berbagai bahan kimia berbahaya. Jika perangkat elektroniknya mengalami kerusakan atau gangguan, pengguna bisa mengalami keracunan nikotin akut. Hal ini telah diperingatkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi sebagai salah satu risiko serius dari penggunaan rokok elektronik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mengeluarkan peringatan serupa. Mereka menegaskan bahwa rokok elektronik bisa mengandung racun tingkat tinggi, termasuk campuran bahan kimia yang mungkin sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

Berdasarkan keterangan para ahli di bidang kesehatan, termasuk para dokter, telah jelas bahwa rokok elektronik membawa risiko kesehatan yang tidak kalah berbahaya dibandingkan rokok konvensional. Bahkan, dalam beberapa kasus, rokok jenis ini bisa menyebabkan keracunan nikotin akut, yang berarti pengguna secara sadar membahayakan dirinya sendiri.

Hukum Menjual dan Menggunakan Rokok Elektronik

Atas dasar ini, sangat penting untuk menghentikan promosi rokok elektronik, menghindari penggunaannya, serta melarang penjualannya dan semua bentuk keuntungan yang diperoleh darinya. Sebab, segala sesuatu yang diharamkan penggunaannya, juga haram untuk diperjualbelikan, dan hasil keuntungannya pun tidak halal. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ اللَّهَ إِذَا حَرَّمَ عَلَى قَوْمٍ أَكْلَ شَيْءٍ حَرَّمَ عَلَيْهِمْ ثَمَنَهُ.

“Sesungguhnya Allah, apabila mengharamkan sesuatu atas suatu kaum, maka Dia juga mengharamkan hasil keuntungannya.” (HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud, dinyatakan shahih oleh an-Nawawi dalam al-Majmū‘ dan Ibnu al-Mulaqqin dalam Tuhfah al-Muhtāj serta ulama lainnya).

Tipu Daya yang Mirip dengan Tipu Daya Kaum Yahudi

Rokok elektronik juga bisa dianggap sebagai bentuk tipu daya yang mirip dengan tipu daya yang dilakukan oleh kaum Yahudi di masa lampau. Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan umatnya tentang bahaya tipu daya semacam ini, bahkan mendoakan kebinasaan bagi pelakunya. Ini karena tipu daya semacam ini dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, yang mengetahui segala yang tersembunyi di dalam hati manusia.

Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَاتَلَ اللَّهُ اليَهُودَ إِنَّ اللَّهَ لَمَّا حَرَّمَ شُحُومَهَا جَمَّلُوهَا –أَيْ أَذَابُوهَا– ثُمَّ بَاعُوهَا فَأَكَلُوا ثَمَنَهَا.

“Semoga Allah melaknat kaum Yahudi, ketika Allah mengharamkan lemak bangkai kepada mereka, mereka mencairkannya, lalu menjualnya, dan memakan hasil keuntungannya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Mitos tentang Rokok Elektronik sebagai Alat untuk Berhenti Merokok

Selain itu, Douglas Bettcher, seorang pejabat di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertanggung jawab atas pengendalian dampak buruk tembakau, juga menolak klaim bahwa rokok elektronik bisa membantu seseorang berhenti merokok. Dalam pernyataannya kepada media, ia dengan tegas menyatakan:

“Sangat keliru, bahkan 100% salah, jika ada pernyataan yang menyebutkan bahwa rokok elektronik merupakan metode yang aman untuk membantu perokok berhenti dari kebiasaan merokok.”

Ia menambahkan bahwa rokok elektronik ini mengandung campuran bahan kimia yang mungkin sangat berbahaya, yang justru berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang serius.

Selain itu, salah satu alasan kuat yang mempertegas keharaman penggunaan dan penjualan rokok elektronik adalah karena kandungannya yang berbahaya, seperti tembakau dan nikotin. Nikotin termasuk zat adiktif yang memiliki efek berbahaya dan merusak bagi kesehatan manusia, serta masuk dalam kategori narkotika yang dapat menyebabkan ketergantungan.

Penutupan

Mengingat begitu besarnya bahaya yang ditimbulkan oleh rokok elektronik, baik dari segi kesehatan maupun agama, maka sudah sepatutnya umat Islam menjauhi produk ini secara total. Tidak hanya penggunaannya yang diharamkan, tetapi juga semua bentuk promosi, penjualan, dan keuntungan yang diperoleh darinya. Sebab, setiap produk yang membahayakan kesehatan dan menjerumuskan manusia ke dalam kebinasaan adalah sesuatu yang tidak diberkahi oleh Allah.

Rokok elektronik bukanlah solusi untuk berhenti merokok, melainkan jalan lain menuju kerusakan fisik dan keimanan. Jangan sampai tipu daya dunia membuat kita lupa akan hakikat tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu untuk beribadah kepada Allah dengan menjaga diri dari segala bentuk bahaya, baik yang tampak jelas maupun tersembunyi. Wallāhu a‘lam.

Oleh: Hafizh Abdul Rohman, Lc

Sumber:

حكم بيع السجائر الإلكترونية, https://www.islamweb.net/ar/fatwa/129680/

Klik Untuk Download Versi PDF

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • hukum mencukur jenggot

    Hukum Mencukur Jenggot Bagi Pria Muslim

    • Sabtu, 2 November 2024

      Apa hukum mencukur jenggot bagi pria muslim? Pertanyaan: Apa hukum mencukur jenggot bagi pria muslim? Apakah termasuk dosa besar? Jawaban: Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah ﷺ, keluarganya, dan para sahabatnya. Mencukur jenggot adalah haram, karena terdapat hadits-hadits shahih yang jelas mengenai hal ini serta adanya larangan untuk […]

    Selengkapnya »
  • memaafkan

    Memaafkan Bukan Lemah, Tapi Tanda Kematangan Iman

    • Senin, 5 Mei 2025

    Tiga Pilar Akhlak Qur’ani: Memaafkan, Menyeru, dan Menahan Diri Pendahuluan Di tengah kehidupan yang penuh perbedaan dan ragam watak manusia, tak ada yang lebih dibutuhkan selain kelapangan hati dan kehalusan akhlak. Manusia bukan hanya makhluk yang berpikir, tetapi juga yang berinteraksi, dan dalam setiap pertemuan, ada peluang untuk memberi atau menyakiti, menguatkan atau menjatuhkan. Namun, […]

    Selengkapnya »
  • nama surat alfatihah

    Surah Al-Fatihah Memiliki Dua belas Nama

    • Jumat, 1 November 2024

    Suat Alfatihah Memiliki Dua belas Nama Pertanyaan: Apa saja nama-nama Suat Alfatihah? Jawaban: Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Imam Al-Qurthubi -semoga Allah merahmatinya- menyebutkan bahwa Surah AlFatihah memiliki dua belas nama, yaitu: 1. Ash-Shalah (Shalat), berdasarkan hadis: “Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi […]

    Selengkapnya »
  • mengejek pendosa

    Mengejek Pendosa Bisa Jadi Dosa yang Lebih Berat

    • Senin, 5 Mei 2025

    Mengejek Orang yang Berdosa: Sebuah Kesalahan yang Lebih Besar Di antara bahaya tersembunyi dalam perjalanan seorang hamba menuju Allah adalah merasa lebih suci daripada saudaranya. Terkadang, seseorang diuji dengan keberhasilan dalam amal, namun tidak menyadari bahwa ujian terbesar justru terletak pada rasa bangga dan keangkuhan yang lahir dari amal itu sendiri. Padahal, keselamatan manusia tidak […]

    Selengkapnya »
  • berbaik sangka

    Berbaik Sangka kepada Allah di Tengah Gelapnya Ujian

    • Jumat, 23 Mei 2025

    Boleh Jadi Engkau Membenci, Padahal Itu Baik Bagimu Pendahuluan Setiap dari kita pasti pernah merasakan pahitnya kenyataan yang tak sejalan dengan harapan. Gagal dalam meraih impian, kehilangan orang tercinta, musibah yang datang tanpa aba-aba, atau jalan hidup yang seolah menjauh dari rencana yang kita susun rapat. Di saat seperti itu, siapa pun bisa merasa limbung. […]

    Selengkapnya »
  • kewajiban mengikuti nabi

    Kewajiban Mengikuti Nabi Muhammad sebagai Nabi Terakhir

    • Kamis, 31 Oktober 2024

    Kewajiban Mengikuti Nabi Muhammad sebagai Nabi Terakhir Pendahuluan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah nabi terakhir dan penutup bagi seluruh nabi dan rasul. Tidak ada lagi nabi setelah beliau,maka hal ini menunjukkan kewajiban mengikuti Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus beliau untuk seluruh umat manusia. Allah memerintahkan seluruh […]

    Selengkapnya »