Tahfizh

Info Tahfizh Pesantren Sabilunnajah

I. Muqaddimah

Segala puji bagi Alloh azza wa jalla, Rabb semesta Alam, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Keterpurukan ummat pada hakikatnya adalah karena mereka jauh dari Al-Quran dan As-Sunnah serta memahami kedua wahyu tersebut dengan cara yang keliru. Betapa banyak generasi dari umat muslim hari ini yang tidak lagi memperhatikan betapa pentingnya mempelajari, menghapal dan mengamalkan Al-Quran. Bahkan sungguh ironi, banyak yang dianggap sebagai ustadz, pandai ceramah, mengisi kajian di berbagai tempat, ternyata ia buruk dalam kemampuan membaca Al-Quran apalagi hapalan. Padahal sejauh mana cinta seseorang kepada Al-Quran, minimalnya bisa dilihat dari kulitasnya dalam membaca al-Quran.
Untuk itu, Pesantren Sabilunnajah, Pesantren Ahlussunnah di Kabupaten Bandung, menyelenggarakan program Tahfizh Al-Quran yang di padukan dengan Dirasah Islamiyah. Fasilitas tersebut adalah beasiswa penuh, sehingga kami tidak memungut biaya sama sekali. Tujuan kami adalah mempersiapkan dan mencetak generasi Qurani yang bermanhaj salaf sebagai upaya membantu dan kaderisasi ummat.
Peserta didik di harapkan menjadi dai’ yang memiliki kompetensi dibidang al-Quran, baik secara hapalan, pemahaman maupunpengamalan serta menda’wahkannya dengan pemahaman yang benar.

II. Keutama’an Tahfizhul Qur’an

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ١٧

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran (QS. Al-Qamar: 17)

 

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

 

Dikatakan kepada orang yang membaca (menghapalkan) al-Quran nanti, ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya! Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hapal).” (HR. Abu Daud no. 1464 dan Tirmidzi no. 2914, shahîh. Lihat Silsilah Ahâdîts ash-Shahîhah 5/281 dan 6/793 )

إِنَّ الرَّجُلَ الَّذِي لَيْسَ فِي جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ، كَالْبَيْتِ الْخَرِبِ

 

“Sesungguhnya orang yang di dalam hatinya tidak terdapat sedikitpun Al-Quran ibarat Pesantren yang rusak”(HR. At-Tirmidzi, beliau berkata hadits ini shahih)

Hafizh Abdul Rohman, Lc
​Mudir Pesantren Tahfidzh dan Dirosah Ilmiyah Sabilunnajah